BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Bumi
merupakan salah satu planet yang dihuni oleh makhluk hidup. Bumi menempati
urutan ketiga terdekat dengan Matahari. Para ahli astronomi melakukan
pengamatan dengan menggunakan alat-alat mutakhir dan menunjukkan bahwa di alam
semesta terdapat bintang-bintang yang beredar mengikuti suatu pusat yang berupa
suatu kabut gas pijar yang sangat besar, dikelilingi oleh kelompok-kelompok
bintang yang sangat dekat satu sama lain dan juga dikelilingi oleh
gumpalan-gumpalan kabut gas pijar yang lebih kecil pusatnya dan tebaran ribuan
bintang. Keseluruhan itu termasuk Matahari kita, yang selanjutnya disebut
galaksi. Galaksi di mana Bumi kita berinduk diberi nama Milky Way atau Bhima
Sakti.
Terjadinya
alam semesta telah dipelajari oleh manusia sejak dahulu. Pada permulaan,
dipelajari berdasar legenda yang berkembang dari mitos. Kemudian dikembangkan
oleh orang Yunani kuno. Perkembangan yang pesat dimulai pada abad ke-17 dengan
ditemukannya alat-alat teropong bintang dan lain-lain.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa Bumi itu ?
2.
Bagaimana asal-usul
Bumi
3.
Lapisan-lapisan Bumi
4.
Terbentuknya benua
dan samudera
BAB II
PEMBAHASAN
A.
BUMI
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet
dalam Tata Surya. Bumi merupakan salah satu planet tempat hidup manusia dan
makhluk lain. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi
dengan matahari adalah 149,6 juta kilometer atau 1 AU (ing: astronomical
unit). Mula-mula orang beranggapan bahwa bentuk bumi adalah datar. Baru
pada tahun 1500-an diketahui bahwa sebenarnya bentuk bumi bukanlah datar,
melainkan bulat. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa bentuk bumi bukanlah
bulat seperti bola, melainkan bulat pepat. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa
diameter bumi ke arah khatulistiwa lebih panjang daripada diameter bumi ke arah
kutub.
Bumi mempunyai
lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang
melindungi permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi
dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar
700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer,
Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer. Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada
di lapisan stratosfer dan mesosfer melindungi bumi dari sinar ultraungu.
Bumi mempunyai
diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 ͫ /s²
dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain. Bumi mempunyai 1 satelit alami
yaitu bulan. 70,8% permukaan bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78%
nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas lain.
Bumi selalu
berotasi (bumi berputar pada porosnya) dari Barat ke Timur, arah rotasi bumi
sama dengan arah revolusi bumi. Bumi berotasi selama 23 jam 56 menit atau sama
dengan 1 hari. Rotasi bumi tersebut mengakibatkan hal-hal yang berpengaruh
terhadap bumi yaitu :
1.
Pergantian
siang dan malam
2.
Perbedaan waktu
di berbagai tempat, dan
3.
Gerak semu
harian bintang.
Selain berotasi, bumi juga berevolusi (gerak
bumi mengelilingi matahari). Bumi berevolusi selama 365 ½ hari atau selama 1
tahun. Gerak bumi mengelilingi matahari (revolusi) mengakibatkan
kejadian-kejadian yang berpengaruh sebagai berikut :
1.
Perbedaan waktu
siang dan malam
2.
Gerak semu
tahunan matahari
3.
Perubahan
musim, dan
4.
Perubahan rasi
bintang.
B.
KELAHIRAN BUMI
Di muka telah
dibahas sedikit tentang bumi sebagai salah satu planet, maka sekarang akan
dibahas lebih terinci, sehubungan sebagai tempat makhluk lain dan kita hidup.
Kelahiran Bumi
Asal usul bumi,
seperti asal-usul planet lain, telah dikemukakan di muka. Kapan bumi lahir,
maka untuk menghitungnya banyak dikemukakan teori yang antara lain adalah
sebagai berikut ini.
Teori Sedimen
Pengukuran usia
Bumi didasarkan atas perhitungan tebal lapisan sedimen yang membentuk batuan.
Dengan mengetahui ketebalan lapisan sedimen rata-rata yang terbentuk setiap
tahunnya dengan memperbandingkan tebal batuan sedimen yang terdapat di Bumi
sekarang ini, maka dapat dihitung umur lapisan tetua kerak Bumi. Berdasar
perhitungan macam ini diperkirakan Bumi terbentuk 500 juta tahun yang lalu.
Teori Kadar
Garam
Pengukuran
berdasarkan perhitungan kadar garam di laut. Dengan mengetahui kadar garam tiap
tahun, dan jika dibandingkan dengan dengan kadar garam saat ini, bumi telah
terbentuk 1.000 juta tahun yang lalu.
Teori Ternal
Mengukur usia
bumi berdasarkan perhitungan suhu bumi, dengan mengetahui suhu bumi saat ini
maka ahli fisika bangsa Inggris ( Elfin ) memperkirakan perubahan bumi dari
batuan yang sangat panas menjadi batuan yang dingin seperti ini memerlukan
waktu 20.000 juta tahun.
Teori
Radioaktivitas
Pengukuran usia bumi yang dianggap paling akurat ialah perhitungan
berdasarkan waktu peluruhan unsur-unsur radioaktif. Dalam perhitungan ini
diprlukan pengetahuan tentang waktu paruh unsur-unsur radioaktif.
C.
PEMBENTUKAN
BUMI
1. Teori Kabut(Nebula)
Sejak jaman sebelum Masehi, para
ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. Salah satunya adalah teori kabut
(nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere De
Laplace(1796).Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini
dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi
kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang
sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat
cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat
(karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet
dalam tata surya.Teori nebula ini terdiri dari beberapa tahap,yaitu:
a. Matahari dan
planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan besar.
b. Kabut
tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di pusat
lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi
lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut
sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari.
Materi-materi tersebut tumbuh makin
besar dan terus melakukan gerakan secara teratur
mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan
Keluarga Matahari.
2.
Teori Planetisimal
Pada awal abad ke-20, Forest
Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama
rekannya Thomas C.Chamberlain, seorang ahli geologi, mengemukakan teori
Planetisimal Hypothesis, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas
bermassa besar sekali, Pada suatu saat melintas bintang lain yang ukurannya
hampir sama dengan matahari, bintang tersebut melintas begitu dekat sehingga
hampir menjadi tabrakan. Karena dekatnya lintasan pengaruh gaya gravitasi
antara dua bintang tersebut mengakibatkan tertariknya gas dan materi ringan
pada bagian tepi.
Karena pengaruh gaya gravitasi
tersebut sebagian materi terlempar meninggalkan permukaan matahari dan
permukaan bintang. Materi-materi yang terlempar mulai menyusut dan membentuk
gumpalan-gumpalan yang disebut planetisimal. Planetisimal- Planetisimal lalu
menjadi dingin dan padat yang pada akhirnya membentuk planet-planet yang
mengelilingi matahari.
3. Tori Pasang
Surut Gas(Tidal)
Teori ini dikemukakan oleh James
Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918, yakni
bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga
menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu
masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita
kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan
dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika
sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekat, maka
akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari,
yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-gunung tersebut akan
mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar
sekali, menjulur dari massa matahari dan merentang ke arah bintang besar itu.
Dalam lidah yang panas ini terjadi
perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah
menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang
menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan
perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya
terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar
mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini
berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus,
sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif
lebih cepat.
4. Teori
Bintang Kembar
Teori ini dikemukakan oleh seorang
ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi
berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga
banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai
gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut
mengelilingi bintang yang tidak meledak itu. Bintang yang tidak meledak itu
sekarang disebut dengan matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah
planet-planet yang mengelilinginya.
5. Teori Big
Bang
Berdasarkan Theory Big Bang, proses
terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya
terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran tersebut
memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar
berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut
raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk
galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun,
nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan
nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu,
bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga
membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian,
gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.
Dalam perkembangannya, planet bumi
terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada
tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:
a.
Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum
mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
b.
Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali
dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar
akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke
permukaan.
c.
Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam,
inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.
Bukti penting lain bagi Big Bang adalah
jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Dalam berbagai penelitian,
diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta bersesuaian dengan
perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big
Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu
kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah
menjadi helium.
Segala bukti
meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah.
Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal
muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah
Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat .
D.
STRUKTUR BUMI
Permukaan
bumi terdiri dari daratan dan lautan. Secara struktur, lapisan bumi dibagi
menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut :
1.
Kerak bumi
(crush) merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak
bumi mencapai 70km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan
basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup.
2.
Selimut atau
selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi.
Tebal selimut bumi mencapai 2.900km dan merupakan lapisan batuan padat.
3.
Inti bumi
(core), yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi
(90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900-5200km.
Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan
inti luar tebalnya sekitar 2.000km dan terdiri dari besi cair yang suhunya
mencapai 2.200 °C.
Inti dalam terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500
°C. Berdasarkan
susunan kimianya, bumi dapat dibagi menjadi empat bagian, yakni bagian padat
(lithosfer) yang terdiri dari tanah dan batuan, bagian cair (hidrosfer) yang
terdiri dari berbagai bentuk ekosistem perairan seperti laut, danau dan sungai;
bagian udara (atmosfer) yang menyelimuti seluruh permukaan bumi serta bagian
yang ditempati oleh berbagai jenis organisme (biosfer).
1.
ATMOSFER
Atmosfer
adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi secara menyeluruh dengan ketebalan
lebih dari 650 km. Pada lapisan atmosfer terkandung berbagai macam gas.
Berdasarkan volumenya, jenis gas yang paling banyak tergantung berturut-turut
adalah nitrogen (N2) sebanyak 78,08%, oksigen (O2) sebanyak 20,95%, argon
sebanyak 0,93%, serta karbon dioksida (CO2) sebanyak 0,03%. Berbagai jenis gas
lainnya juga terkandung dalam atmosfer, tetapi dalam konsentrasi yang jauh
lebih rendah, misalnya neon (Ne), helium (He), Kripton (Kr), hidrogen (H2),
xenon (Xe), ozon (O3), metan dan uap air.
Keberadaan
atmosfer yang menyelimuti seluruh permukaan bumi memiliki arti yang sangat
penting bagi kelangsungan hidup berbagai organisme di muka bumi. Fungsi
atmosfer antara lain:
a.
Mengurangi
radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi pada siang hari dan hilangnya
panas yang berlebihan pada malam hari.
b.
Mendistribusikan
air ke berbagai wilayah permukaan bumi.
c.
Menyediakan
oksigen dan karbon dioksida.
d.
Sebagai penahan
meteor yang akan jatuh ke bumi.
Berdasarkan
perbedaan suhu vertikal, atmosfer bumi dapat dibagi menjadi lima lapisan,
yaitu:
a.
Troposfer
Lapisan
ini merupakan lapisan yang paling bawah, berada antara permukaan bumi sampai
pada ketinggian 8 km pada posisi kutub dan 18-19 km pada daerah ekuator.
Susunan kimia udara troposfer terdiri dari 78,03% nitrogen, 20,99% oksigen,
0,93% argon, 0,03% asam arang, 0,0015% neon, 0,00015% helium, 0,0001% kripton,
0,00005% hidrogen, serta 0,000005% xenon.
Di
dalam troposfer terdiri dari 3 jenis awan, yaitu awan rendah (cumulus),
awan pertengahan (alto cumulus lenticularis), serta awan tinggi (cirrus).
Troposfer terbagi lagi ke dalam empat lapisan, yaitu :
1)
Lapisan Udara
Dasar
2)
Lapisan Udara
Bawah
3)
Lapisan Udara
Adveksi (Gerakan Mendatar)
4)
Lapisan Udara
Tropopouse
b.
Stratosfer
Merupakan
bagian atmosfer yang berada di atas lapisan troposfer sampai pada ketinggian
50-60 km, lapisan ini terletak di antara lapisan troposfer dan ionosfer. Ciri
penting dari lapisan stratosfer adalah keberadaan lapisan ozon yang berguna
untuk menyerap radiasi ultraviolet, sehingga sebagian besar tidak akan mencapai
permukaan bumi. Lapisan stratosfer dibagi dalam 3 bagian yaitu:
1)
Lapisan udara
isoterm
2)
Lapisan udara
panas
3)
Lapisan udara
campuran teratas
c.
Mesosfer
Mesosfer
terletak di atas stratosfer pada ketinggian 50-70% km. Daerah transisi antara
lapisan mesosfer dan termosfer disebut mesopouse dengan suhu terendah -110°C.
d.
Termosfer/Ionosfer
Berada
di atas messopouse dengan ketinggian sekitar 75 km sampai pada ketinggian sekitar
650 km. Pada lapisan ini, gas-gas akan terionisasi, lapisan ini sering disebut
lapisan ionosfer. Ionosfer dibagi menjadi tiga lapisan lagi, yaitu :
1)
Lapisan Udara E
2)
Lapisan Udara F
3)
Lapisan udara
atom
e.
Ekosfer/atmosfer
luar
Ekosfer
merupakan lapisan atmosfer yang paling tinggi. Pada lapisan ini, kandungan
gas-gas atmosfer sangat rendah. Batas antara ekosfer dengan angkasa luar tidak
jelas. Daerah yang masih termasuk ekosfer adalah daerah yang masih dapat
dipengaruhi daya gravitasi bumi.
2.
HIDROSFER
Air
adalah senyawa gabungan dua atom hidrogen dengan satu atom oksigen menjadi H2O.
Sekitar 71% permukaan bumi merupakan wilayah perairan. Lapisan air yang
menyelimuti permukaan bumi disebut hidrosfer.
Energi
matahari yang datang di permukaan bumi menyebabkan penguapan air ke bagian
atmosfer. Kemudian di atmosfer uap air ini mengalami kondensasi dan selanjutnya
akan jatuh sebagai hujan.
Pemanasan
oleh sinar matahari menyebabkan suhu air laut di daerah tropis lebih panas
dibandingkan suhu air laut yang terletak di belahan bumi lainnya. Akibatnya,
timbul arus vertikal ke arah permukaan laut di daerah tropis serta arus ke arah
dasar laut didaerah kutub. Adanya arus vertikal ini mengakibatkan perbedaan
tekanan pada air laut antara daerah tropis dengan daerah kutub. Perbedaan ini
bersamaan dengan perputaran bumi serta arus angin akan menimbulkan arus air di
permukaan air laut yang membantu distribusi organisme-organisme di laut.
Hidrosfer
meliputi samudera, laut, sungai, danau, salju, air tanah, serta uap air di
atmosfer.
a.
Samudera-samudera
dan laut-laut
Samudera-samudera
dan laut-laut menempati 71% permukaan bumi. Bila di lihat dari luar bumi,
terlihat seperti bulatan air. Tubir samudera yang paling dalam 10 km, dengan
rata-ratanya 4 km. Bila semua air ini diratakan di permukaan bumi dapat
mencapai dalamnya 2,84 km. Pada dasarnya yang dimaksud dengan laut adalaah massa air asin yang
menggenangi sebagian besar permukaan bumi.
|
O
H
Cl
Na
Mg
S
Ca
|
85.89
10.80
1.93
1.07
0.13
0.09
0.04
|
K
Br
C
Sr
B
Si
F
|
0.04
0.006
0.002
0.001
0.001
0.0001
0.0001
|
Rb
Li
Zn
P
J
As
Cu
|
0.00002
0.000007
0.000007
0.000006
0.000002
0.000002
0.000001
|
Laut
terasing, yaitu laut yang berhubungan dengan laut terbuka yang mengandung lebih
banyak garam daripada laut terbuka. Laut Tengah memiliki kadar garam lebih
tinggi daripada Laut Atlantik. Laut Hitam kadar garamnya lebih tinggi daripada
Laut Tengah. Laut Kaspi dan Laut Mati memiliki kadar garam yang lebih tinggi
lagi. Hal ini disebabkann pada laut yang terasing kadar garamnya tidak
dialirkan lagi ke tempat lain seperti halnya laut terbuka.
Selain
mengandung garam, air laut juga mengandung gas, terutama CO2 yang terdapat di
laut 27 kali lipat lebih banyak daripada di udara. Sehingga samudera dianggap
sebagai pengatur kadar CO2 di udara.
Suhu
di permukaan air laut berkisar antara +32°C sampai -3°C. Pada kedalaman sekitar
75-1100 m, suhu udara mencapai +4°C. Air di permukaan bumi jumlahnya selalu
tetap, meskipun berubah bentuk dari cair menjadi uap, kemudian menjadi cair
kembali.
|
Samudera
dan Laut
|
%
Wilayah
|
Luas
(000 km2)
|
Volume
(000 km2)
|
|
Pasifik
Atlantik
Hindia
Artik
|
48
28
20
4
|
179,670
106,450
72,930
14,090
|
724,330
355,280
292,310
17,100
|
Wilayah
laut dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:
1)
Berdasarkan
letaknya
Terbagi
menjadi :
a)
Laut tepi yang terletak
di antara tepi benua dan kepulauan yang memisahkannya dengan samudera
b)
Laut tengah
yang terletak diantara dua benua
c)
Serta laut
pedalaman yang hampir seluruhnya dikelilingi daratan.
2)
Berdasarkan
proses terjadinya
Terbagi
menjadi :
a)
Laut transgresi
b)
Laut yang
terjadi karena naiknya permukaan laut.
c)
Laut ingresi
d)
Laut yang
terjadi karena turunnya permukaan laut.
3)
Berdasarkan
kedalamannya
Terbagi
menjadi :
a)
Zona litoral,
wilayah laut yang terletak antara zona pasang naik dan pasang surut.
b)
Zona neritik,
wilayah laut yang terletak dari wilayah pasang surut sampai kedalaman 200
meter.
c)
Zona batial,
wilayah laut yang terletak pada kedalaman 200-2.000 meter di bawah permukaan
laut.
d)
Zona abisal,
wilayah laut yang terletak pada kedalaman lebih dari 2.000 meter di bawah
permukaan laut.
b.
Sungai
Sungai
adalah aliran air tawar melalui suatu saluran menuju laut, danau atau sungai
lain yang lebih besar. Beberapa manfaat sungai bagi kehidupan kita adalah :
1)
Sebagai sarana
transportasi
2)
Sebagai sumber
air irigasi
3)
Aliran sungai
dapat digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.
4)
Sebagai
prasarana olah raga
5)
Sebagai tempat
budidaya perikanan.
c.
Danau
Danau
adalah massa air dalam jumlah besar yang berada dalam satu cekungan atau basin
di wilayah daratan.Beberapa proses terjadinya, danau terbagi menjadi ;
1)
Danau alam,
terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia.
2)
Danau buatan
(waduk), merupakan buatan manusia untuk keperluan tertentu.
d.
Rawa
Rawa
adalah tanah rendah yang selalu tergenang air karena tidak ada pelepasan air
(drainase). Oleh karena itu, air tawar bersifat asam. Berdasarkan
sifatnya, rawa dapat dibedakan menjadi :
1)
Rawa air asin,
yaitu rawa yang terdapat di daerah pantai.
2)
Rawa air payau,
terdapat disekitar muara air sungai di dekat laut.
3)
Rawa air tawar,
yang terdapat di sekitar sungai-sungai besar.
e.
Air Tanah
Air
tanah adalah air yang terdapat di lapisan tanah di bawah permukaan bumi,
berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah. Secara
umum air tanah dibedakan menjadi 2, yaitu :
1)
Air tanah
dangkal, yang terdapat di atas lapisan batuan kedap air.
2)
Air tanah
dalam, yang terletak di antara dua lapisan batuan kedap air.
3.
LITHOSFER
Lithosfer
berasal dari bahasa yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya
lapisan. Lithosfer merupakan lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri
atas batuan padat dengan ketebalan rata-rata 1200km. Lithosfer tersusun dalam
dua lapisan, yaitu kerak dan selubung. Lithosfer merupakan lempeng yang
bergerak sehingga menimbulkan pergeseran benua.
Penyusun
utama lapisan lithosfer adalah batuan yang terdiri dari campuran antar mineral
sejenis atau tidak sejenis yang saling terikat secara gembur atau padat.
Lithosfer terdiri dari dua bagian utama, yaitu :
a.
Lapisan sial (kerak)
yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium,
senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Pada lapisan sial ini terdapat batuan
sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang
terdapat pada daratan benua. Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu :
b.
Kerak benua, merupakan
benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku
basal di bagian bawahnya. Kerak inilah yang merupakan benua.
Kerak
samudera, merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian
atas, kemudian di bawahnya batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari
batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini yang menempati dasar samudera. Lapisan
sima yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam silisium dan magnesium
dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO.
Batuan pembentuk Lithosfer
Semua
batuan pada mulanya dari magma yang keluar melalui puncak gunung berapi. Magma yang
sudah mencapai permukaan bumi akan membeku. Magma yang membeku kemudian menjadi
batuan beku, yang dalam ribuan tahun dapat hancur terurai selama terkena panas,
hujan, serta aktifitas tumbuhan dan hewan. Berikut beberapa batuan pembentuk
lithosfer :
a.
Batuan Beku
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma yang membeku.
Secara umum batuan beku mempunyai ciri-ciri homogen dan kompak, tidak ada pelapisan,
dan umumnya tidak mengandung fosil. Berdasarkan tempat pembekuannya, batuan
beku dibagi menjadi :
1.
Batuan Beku
Dalam
2.
Batuan Beku
Sela
3.
Batuan Beku
Luar
b.
Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk karena adanya proses
pengendapan. Ada beberapa macam batuan sedimen, yaitu batuan sedimen klasik,
sedimen kimiawi, dan sedimen organik.
c.
Batuan Malihan
(Batuan Metamorf)
Batuan malihan atau metamorf adalah batuan yang telah mengalami
perubahan baik secara fisik maupun kimiawi sehingga menjadi batuan yang berbeda
dari batuan induknya.
d.
BIOSFER
Biosfer
merupakan sistem kehidupan paling besar karena terdiri dari gabungan ekosistem
yang ada di planet bumi. Sistem ini mencakup semua makhluk hidup yang
berinteraksi dengan lingkungannya sebagai kesatuan utuh.
Secara
etimologi, biosfer berasal dari dua kata, yaitu bio yang berarti hidup
dan sphere yang berarti lapisan. Dengan demikian dapat diartikan biosfer
adalah lapisan tempat tinggal makhluk hidup. Biosfer adalah semua bagian
permukaan bumi yang dapat dihuni oleh makhluk hidup.
Organisme
hidup tersusun oleh berbagai unsur yang berasal dari biosfer, baik air, mineral
maupun komponen-komponen penyusun atmosfer. Secara fisik biosfer ini terbagi
menjadi tiga, yaitu litosfer, hidrosfer dan atmosfer. Salah satu bentuk dari
lingkungan hidrosfer adalah terbentuknya gambut. Gambut merupakan suatu bentuk
organis sebagai asal mula pembentukan batu bara. Di dalamnya hidup beraneka
ragam mikro-plankton yang amat cepat pertumbuhannya, sedangkan umur jasad-jasad
tersebut sangat pendek dan ketika mati akan terendap dalam rawa.
Lapisan
gambut mengandung macam-macam garam yang dibutuhkan tanaman dan terlarut dalam
air tanah.
Gambut
dibagi menjadi beberapa daerah, yaitu :
a.
Gambut
ombrogin, sebagai gambut pantai, terdapat di dataran tanah Sumatera, Kalimantan
dan Irian.
b.
Gambut topogin,
terdapat pada tanah dataran Jawa (Pangandaran) dan Sumatera serta di tanah
pengunungan Jawa dan Sulawesi.
E.
PEMBENTUKAN BENUA
DAN SAMUDERA
Benua
adalah daratan yang sangat luas. Pada awal bumi terbentuk seluruh benua
merupakan satu daratan yang amat luas, belum terbagi-bagi oleh pergeseran kerak
bumi, daratan tersebut disebut Pangaean supercontinent, pada masa mesozoic
terbagi atas dua bagian besar yaitu gondwana di belahan bumi selatan dan
laurasia di belahan bumi utara. Pada masa kini bumi terbagi atas beberapa benua
:
a.
Afrika
b.
Amerika
(Amerika Selatan, Amerika Utara)
c.
Antartika
d.
Asia
e.
Eropa
f.
Australia
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa bumi sebagai benda alam
semesta pada permulaannya merupakan benda yang berpijar kemudian mendingin.
Pada proses mendingin tersebut maka yang menjadi keras adalah lapisan terluar
yang sering kita sebut kulit Bumi atau kerak Bumi. Pada tahap awal,
lapisan kerak bumi sangat labil, tetapi tetap berotasi. Karena rotasi itu,
lapisan kerak bumi yang labil dapat menggeser ke arah horizontal atau vertikal.
Hal ini juga terjadi karena lapisan di bawah kerak Bumi pada saat itu masih
leleh. Hasil dari pergeseran inilah membentuk sebuah benua.
Wegener seorang ahli geografi bangsa jerman, mengemukakan suatu
teori yang disebut juga teori Wegener (1915). Menurut teori ini, Bumi pada 2500
juta tahun yang lalu hanya terdapat satu benua yang sangat besar yang retak
kemudian bergeser saling menjauhi satu dengan yang lain. Akibat pergeseran itu,
terbentuklah benua-benua Amerika, Asia, Eropa, Afrika, Australia, dan
Antartika.
Teori ini didukung oleh fakta yaitu sepanjang Timur dari Amerika
Selatan ternyata mempunyai bentuk dan lekukan yang kira-kira sama dengan
lekukan pada benua Afrika sebelah Barat dan lekukan bagian Selatan benua
Australia cocok dengan tonjolan benua Antartika. Peristiwa
pergeseran itu berlangsung dalam jutaan tahun. Secara kronologis dapat
digambarkan bahwa:
a.
Pada 225 juta
tahun yang lalu, masih terdapat benua “Super Continental”.
b.
Pada 200 juta
tahun yang lalu, “Super Continental” pecah menjadi 3 bagian, yakni benua
Eropa-Asia, Afrika-Amerika, dan Antartika-Australia.
c.
Pada 135 juta
tahun yang lalu, Afrika dan Amerika mulai memisah.
d.
Pada 65 juta
tahun yang lalu, Australia dan Antartika memisahkan diri. Pergeseran sampai
saat ini pun masih berlangsung.
Pembentukan Samudera
Samudera atau lautan berasal dari bahasa sansekerta yaitu laut yang luas
dan merupakan massa air
asin yang sambung menyambung meliputi permukaan bumi yang yang dibatasi oleh
benua ataupun kepulauan yang besar. Lapisan air asin ini dapat mengisi cekungan
di daratan maupun di lekukan yang besar di permukaan bumi. Lapisan air yang
menyelimuti lekukan- lakukan permukaan bumi tersebut membentuk massa air luas
yang dikenal dengan samudera atau lautan dengan massa air yang sempit disebut
dengan laut.
Samudera terbentuk karena:
1)
Pergeseran
vertikal, yaitu samudera India (Indonesia) di mana kerak Bumi menggeser ke
bawah dan sebagai imbangannya bagian sisi lain menggeser ke atas menjadi
dataran tinggi atau gunung Himalaya (gunung tertinggi di dunia).
2)
Tertarik oleh
benda alam semesta lain dan gaya sentripental sehingga bagian Bumi terlepas
menjadi planet yaitu Bulan, maka terbentuk samudera Pasifik. Berdasarkan penelitian
batu-batuannya, maka batu-batuan di Bulan sama dengan batu-batuan pada dasar
Samudera Pasifik, yaitu batuan Silisium-Magnesium.
PENUTUP
KESIMPULAN
Ø Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya.
Bumi merupakan salah satu planet tempat hidup manusia dan makhluk lain.
Ø Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa bumi berasal
dari kabut gas pijar yang sangat besar yang kemudian mengalami pendinginan.
Ø Bumi tersusun dari beberapa lapisan, antara lain:
-
Atmosfer
(troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, ekosfer)
-
Hidrosfer
(samudera dan laut, sungai, danau, rawa, air tanah)
-
Lithosfer
(batuan)
-
Biosfer
(makhluk hidup)
Ø Benua dan samudera terbentuk dari adanya pergeseran lempeng-lempeng
bumi baik yang terdapat di dasar laut maupun di permukaan laut.
DAFTAR
PUSTAKA
Ribkahwati,
Ir.M.Si, dkk, Ilmu Kealam Dasar, Graha Ilmu, Jakarta, 2012.
Jasin
Maskoeri, Drs. Ilmu Alamiah Dasar, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta,
2008