Minggu, 29 Oktober 2017

Makalah BUMI



BAB I
PENDAHULUAN
A.           LATAR BELAKANG
Bumi merupakan salah satu planet yang dihuni oleh makhluk hidup. Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan Matahari. Para ahli astronomi melakukan pengamatan dengan menggunakan alat-alat mutakhir dan menunjukkan bahwa di alam semesta terdapat bintang-bintang yang beredar mengikuti suatu pusat yang berupa suatu kabut gas pijar yang sangat besar, dikelilingi oleh kelompok-kelompok bintang yang sangat dekat satu sama lain dan juga dikelilingi oleh gumpalan-gumpalan kabut gas pijar yang lebih kecil pusatnya dan tebaran ribuan bintang. Keseluruhan itu termasuk Matahari kita, yang selanjutnya disebut galaksi. Galaksi di mana Bumi kita berinduk diberi nama Milky Way atau Bhima Sakti.
Terjadinya alam semesta telah dipelajari oleh manusia sejak dahulu. Pada permulaan, dipelajari berdasar legenda yang berkembang dari mitos. Kemudian dikembangkan oleh orang Yunani kuno. Perkembangan yang pesat dimulai pada abad ke-17 dengan ditemukannya alat-alat teropong bintang dan lain-lain.

B.                 RUMUSAN MASALAH
1.      Apa Bumi itu ?
2.      Bagaimana asal-usul Bumi
3.      Lapisan-lapisan Bumi
4.      Terbentuknya benua dan samudera











BAB II
PEMBAHASAN
A.           BUMI
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi merupakan salah satu planet tempat hidup manusia dan makhluk lain. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149,6 juta kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit). Mula-mula orang beranggapan bahwa bentuk bumi adalah datar. Baru pada tahun 1500-an diketahui bahwa sebenarnya bentuk bumi bukanlah datar, melainkan bulat. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa bentuk bumi bukanlah bulat seperti bola, melainkan bulat pepat. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa diameter bumi ke arah khatulistiwa lebih panjang daripada diameter bumi ke arah kutub.
Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindungi permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer. Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer melindungi bumi dari sinar ultraungu.
Bumi mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 ͫ /s² dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain. Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu bulan. 70,8% permukaan bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas lain.
Bumi selalu berotasi (bumi berputar pada porosnya) dari Barat ke Timur, arah rotasi bumi sama dengan arah revolusi bumi. Bumi berotasi selama 23 jam 56 menit atau sama dengan 1 hari. Rotasi bumi tersebut mengakibatkan hal-hal yang berpengaruh terhadap bumi yaitu :
1.      Pergantian siang dan malam
2.      Perbedaan waktu di berbagai tempat, dan
3.      Gerak semu harian bintang.
 Selain berotasi, bumi juga berevolusi (gerak bumi mengelilingi matahari). Bumi berevolusi selama 365 ½ hari atau selama 1 tahun. Gerak bumi mengelilingi matahari (revolusi) mengakibatkan kejadian-kejadian yang berpengaruh sebagai berikut :
1.      Perbedaan waktu siang dan malam
2.      Gerak semu tahunan matahari
3.      Perubahan musim, dan
4.      Perubahan rasi bintang.





B.            KELAHIRAN BUMI
Di muka telah dibahas sedikit tentang bumi sebagai salah satu planet, maka sekarang akan dibahas lebih terinci, sehubungan sebagai tempat makhluk lain dan kita hidup.
Kelahiran Bumi
Asal usul bumi, seperti asal-usul planet lain, telah dikemukakan di muka. Kapan bumi lahir, maka untuk menghitungnya banyak dikemukakan teori yang antara lain adalah sebagai berikut ini.
Teori Sedimen
Pengukuran usia Bumi didasarkan atas perhitungan tebal lapisan sedimen yang membentuk batuan. Dengan mengetahui ketebalan lapisan sedimen rata-rata yang terbentuk setiap tahunnya dengan memperbandingkan tebal batuan sedimen yang terdapat di Bumi sekarang ini, maka dapat dihitung umur lapisan tetua kerak Bumi. Berdasar perhitungan macam ini diperkirakan Bumi terbentuk 500 juta tahun yang lalu.
Teori Kadar Garam
Pengukuran berdasarkan perhitungan kadar garam di laut. Dengan mengetahui kadar garam tiap tahun, dan jika dibandingkan dengan dengan kadar garam saat ini, bumi telah terbentuk 1.000 juta tahun yang lalu.
Teori Ternal
Mengukur usia bumi berdasarkan perhitungan suhu bumi, dengan mengetahui suhu bumi saat ini maka ahli fisika bangsa Inggris ( Elfin ) memperkirakan perubahan bumi dari batuan yang sangat panas menjadi batuan yang dingin seperti ini memerlukan waktu 20.000 juta tahun.
Teori Radioaktivitas
Pengukuran usia bumi yang dianggap paling akurat ialah perhitungan berdasarkan waktu peluruhan unsur-unsur radioaktif. Dalam perhitungan ini diprlukan pengetahuan tentang waktu paruh unsur-unsur radioaktif.
C.            PEMBENTUKAN  BUMI
1.      Teori Kabut(Nebula)
Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. Salah satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere De Laplace(1796).Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.Teori  nebula ini terdiri dari beberapa tahap,yaitu:
a.       Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan besar.
b.      Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari.
Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga Matahari.
2.      Teori Planetisimal
Pada awal abad ke-20, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya Thomas C.Chamberlain, seorang ahli geologi, mengemukakan teori Planetisimal Hypothesis, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, Pada suatu saat melintas bintang lain yang ukurannya hampir sama dengan matahari, bintang tersebut melintas begitu dekat sehingga hampir menjadi tabrakan. Karena dekatnya lintasan pengaruh gaya gravitasi antara dua bintang tersebut mengakibatkan tertariknya gas dan materi ringan pada bagian tepi.
Karena pengaruh gaya gravitasi tersebut sebagian materi terlempar meninggalkan permukaan matahari dan permukaan bintang. Materi-materi yang terlempar mulai menyusut dan membentuk gumpalan-gumpalan yang disebut planetisimal. Planetisimal- Planetisimal lalu menjadi dingin dan padat yang pada akhirnya membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari.
3.      Tori Pasang Surut Gas(Tidal)
Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekat, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-gunung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari dan merentang ke arah bintang besar itu.
Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat.
4.      Teori Bintang Kembar
Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak itu. Bintang yang tidak meledak itu sekarang disebut dengan matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.
5.      Teori Big Bang
Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.
Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:
a.       Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
b.       Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.
c.        Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.
Bukti penting lain bagi Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium.
Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat .
D.           STRUKTUR BUMI
Permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan. Secara struktur, lapisan bumi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut :
1.      Kerak bumi (crush) merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup.
2.      Selimut atau selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai 2.900km dan merupakan lapisan batuan padat.
3.      Inti bumi (core), yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900-5200km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000km dan terdiri dari besi cair yang suhunya mencapai 2.200 °C.
Inti dalam terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 °C. Berdasarkan susunan kimianya, bumi dapat dibagi menjadi empat bagian, yakni bagian padat (lithosfer) yang terdiri dari tanah dan batuan, bagian cair (hidrosfer) yang terdiri dari berbagai bentuk ekosistem perairan seperti laut, danau dan sungai; bagian udara (atmosfer) yang menyelimuti seluruh permukaan bumi serta bagian yang ditempati oleh berbagai jenis organisme (biosfer).



1.                  ATMOSFER
Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi secara menyeluruh dengan ketebalan lebih dari 650 km. Pada lapisan atmosfer terkandung berbagai macam gas. Berdasarkan volumenya, jenis gas yang paling banyak tergantung berturut-turut adalah nitrogen (N2) sebanyak 78,08%, oksigen (O2) sebanyak 20,95%, argon sebanyak 0,93%, serta karbon dioksida (CO2) sebanyak 0,03%. Berbagai jenis gas lainnya juga terkandung dalam atmosfer, tetapi dalam konsentrasi yang jauh lebih rendah, misalnya neon (Ne), helium (He), Kripton (Kr), hidrogen (H2), xenon (Xe), ozon (O3), metan dan uap air.
Keberadaan atmosfer yang menyelimuti seluruh permukaan bumi memiliki arti yang sangat penting bagi kelangsungan hidup berbagai organisme di muka bumi. Fungsi atmosfer antara lain:
a.       Mengurangi radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi pada siang hari dan hilangnya panas yang berlebihan pada malam hari.
b.      Mendistribusikan air ke berbagai wilayah permukaan bumi.
c.       Menyediakan oksigen dan karbon dioksida.
d.      Sebagai penahan meteor yang akan jatuh ke bumi.
Berdasarkan perbedaan suhu vertikal, atmosfer bumi dapat dibagi menjadi lima lapisan, yaitu:
a.       Troposfer
Lapisan ini merupakan lapisan yang paling bawah, berada antara permukaan bumi sampai pada ketinggian 8 km pada posisi kutub dan 18-19 km pada daerah ekuator. Susunan kimia udara troposfer terdiri dari 78,03% nitrogen, 20,99% oksigen, 0,93% argon, 0,03% asam arang, 0,0015% neon, 0,00015% helium, 0,0001% kripton, 0,00005% hidrogen, serta 0,000005% xenon.
Di dalam troposfer terdiri dari 3 jenis awan, yaitu awan rendah (cumulus), awan pertengahan (alto cumulus lenticularis), serta awan tinggi (cirrus). Troposfer terbagi lagi ke dalam empat lapisan, yaitu :
1)      Lapisan Udara Dasar
2)      Lapisan Udara Bawah
3)      Lapisan Udara Adveksi (Gerakan Mendatar)
4)      Lapisan Udara Tropopouse
b.      Stratosfer
Merupakan bagian atmosfer yang berada di atas lapisan troposfer sampai pada ketinggian 50-60 km, lapisan ini terletak di antara lapisan troposfer dan ionosfer. Ciri penting dari lapisan stratosfer adalah keberadaan lapisan ozon yang berguna untuk menyerap radiasi ultraviolet, sehingga sebagian besar tidak akan mencapai permukaan bumi. Lapisan stratosfer dibagi dalam 3 bagian yaitu:
1)      Lapisan udara isoterm
2)      Lapisan udara panas
3)      Lapisan udara campuran teratas
c.       Mesosfer
Mesosfer terletak di atas stratosfer pada ketinggian 50-70% km. Daerah transisi antara lapisan mesosfer dan termosfer disebut mesopouse dengan suhu terendah -110°C.
d.      Termosfer/Ionosfer
Berada di atas messopouse dengan ketinggian sekitar 75 km sampai pada ketinggian sekitar 650 km. Pada lapisan ini, gas-gas akan terionisasi, lapisan ini sering disebut lapisan ionosfer. Ionosfer dibagi menjadi tiga lapisan lagi, yaitu :
1)      Lapisan Udara E
2)      Lapisan Udara F
3)      Lapisan udara atom
e.       Ekosfer/atmosfer luar
Ekosfer merupakan lapisan atmosfer yang paling tinggi. Pada lapisan ini, kandungan gas-gas atmosfer sangat rendah. Batas antara ekosfer dengan angkasa luar tidak jelas. Daerah yang masih termasuk ekosfer adalah daerah yang masih dapat dipengaruhi daya gravitasi bumi.
2.                  HIDROSFER
Air adalah senyawa gabungan dua atom hidrogen dengan satu atom oksigen menjadi H2O. Sekitar 71% permukaan bumi merupakan wilayah perairan. Lapisan air yang menyelimuti permukaan bumi disebut hidrosfer.
Energi matahari yang datang di permukaan bumi menyebabkan penguapan air ke bagian atmosfer. Kemudian di atmosfer uap air ini mengalami kondensasi dan selanjutnya akan jatuh sebagai hujan.
Pemanasan oleh sinar matahari menyebabkan suhu air laut di daerah tropis lebih panas dibandingkan suhu air laut yang terletak di belahan bumi lainnya. Akibatnya, timbul arus vertikal ke arah permukaan laut di daerah tropis serta arus ke arah dasar laut didaerah kutub. Adanya arus vertikal ini mengakibatkan perbedaan tekanan pada air laut antara daerah tropis dengan daerah kutub. Perbedaan ini bersamaan dengan perputaran bumi serta arus angin akan menimbulkan arus air di permukaan air laut yang membantu distribusi organisme-organisme di laut.
Hidrosfer meliputi samudera, laut, sungai, danau, salju, air tanah, serta uap air di atmosfer.
a.       Samudera-samudera dan laut-laut
Samudera-samudera dan laut-laut menempati 71% permukaan bumi. Bila di lihat dari luar bumi, terlihat seperti bulatan air. Tubir samudera yang paling dalam 10 km, dengan rata-ratanya 4 km. Bila semua air ini diratakan di permukaan bumi dapat mencapai dalamnya 2,84 km. Pada dasarnya yang dimaksud dengan laut adalaah massa air asin yang menggenangi sebagian besar permukaan bumi.
O
H
Cl
Na
Mg
S
Ca
85.89
10.80
1.93
1.07
0.13
0.09
0.04
K
Br
C
Sr
B
Si
F
0.04
0.006
0.002
0.001
0.001
0.0001
0.0001
Rb
Li
Zn
P
J
As
Cu
0.00002
0.000007
0.000007
0.000006
0.000002
0.000002
0.000001

Laut terasing, yaitu laut yang berhubungan dengan laut terbuka yang mengandung lebih banyak garam daripada laut terbuka. Laut Tengah memiliki kadar garam lebih tinggi daripada Laut Atlantik. Laut Hitam kadar garamnya lebih tinggi daripada Laut Tengah. Laut Kaspi dan Laut Mati memiliki kadar garam yang lebih tinggi lagi. Hal ini disebabkann pada laut yang terasing kadar garamnya tidak dialirkan lagi ke tempat lain seperti halnya laut terbuka.
Selain mengandung garam, air laut juga mengandung gas, terutama CO2 yang terdapat di laut 27 kali lipat lebih banyak daripada di udara. Sehingga samudera dianggap sebagai pengatur kadar CO2 di udara.
Suhu di permukaan air laut berkisar antara +32°C sampai -3°C. Pada kedalaman sekitar 75-1100 m, suhu udara mencapai +4°C. Air di permukaan bumi jumlahnya selalu tetap, meskipun berubah bentuk dari cair menjadi uap, kemudian menjadi cair kembali.

Samudera dan Laut
% Wilayah
Luas (000 km2)
Volume (000 km2)
Pasifik
Atlantik
Hindia
Artik
48
28
20
4
179,670
106,450
72,930
14,090
724,330
355,280
292,310
17,100

Wilayah laut dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:
1)      Berdasarkan letaknya
Terbagi menjadi :
a)      Laut tepi yang terletak di antara tepi benua dan kepulauan yang memisahkannya dengan samudera
b)      Laut tengah yang terletak diantara dua benua
c)      Serta laut pedalaman yang hampir seluruhnya dikelilingi daratan.
2)      Berdasarkan proses terjadinya
Terbagi menjadi :
a)      Laut transgresi
b)      Laut yang terjadi karena naiknya permukaan laut.
c)      Laut ingresi
d)     Laut yang terjadi karena turunnya permukaan laut.
3)      Berdasarkan kedalamannya
Terbagi menjadi :
a)      Zona litoral, wilayah laut yang terletak antara zona pasang naik dan pasang surut.
b)      Zona neritik, wilayah laut yang terletak dari wilayah pasang surut sampai kedalaman 200 meter.
c)      Zona batial, wilayah laut yang terletak pada kedalaman 200-2.000 meter di bawah permukaan laut.
d)     Zona abisal, wilayah laut yang terletak pada kedalaman lebih dari 2.000 meter di bawah permukaan laut.
b.      Sungai
Sungai adalah aliran air tawar melalui suatu saluran menuju laut, danau atau sungai lain yang lebih besar. Beberapa manfaat sungai bagi kehidupan kita adalah :
1)      Sebagai sarana transportasi
2)      Sebagai sumber air irigasi
3)      Aliran sungai dapat digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.
4)      Sebagai prasarana olah raga
5)      Sebagai tempat budidaya perikanan.
c.       Danau
Danau adalah massa air dalam jumlah besar yang berada dalam satu cekungan atau basin di wilayah daratan.Beberapa proses terjadinya, danau terbagi menjadi ;
1)      Danau alam, terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia.
2)      Danau buatan (waduk), merupakan buatan manusia untuk keperluan tertentu.
d.      Rawa
Rawa adalah tanah rendah yang selalu tergenang air karena tidak ada pelepasan air (drainase). Oleh karena itu, air tawar bersifat asam. Berdasarkan sifatnya, rawa dapat dibedakan menjadi :
1)      Rawa air asin, yaitu rawa yang terdapat di daerah pantai.
2)      Rawa air payau, terdapat disekitar muara air sungai di dekat laut.
3)      Rawa air tawar, yang terdapat di sekitar sungai-sungai besar.
e.       Air Tanah
Air tanah adalah air yang terdapat di lapisan tanah di bawah permukaan bumi, berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah. Secara umum air tanah dibedakan menjadi 2, yaitu :
1)      Air tanah dangkal, yang terdapat di atas lapisan batuan kedap air.
2)      Air tanah dalam, yang terletak di antara dua lapisan batuan kedap air.

3.                  LITHOSFER
Lithosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya lapisan. Lithosfer merupakan lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan padat dengan ketebalan rata-rata 1200km. Lithosfer tersusun dalam dua lapisan, yaitu kerak dan selubung. Lithosfer merupakan lempeng yang bergerak sehingga menimbulkan pergeseran benua.
Penyusun utama lapisan lithosfer adalah batuan yang terdiri dari campuran antar mineral sejenis atau tidak sejenis yang saling terikat secara gembur atau padat. Lithosfer terdiri dari dua bagian utama, yaitu :
a.       Lapisan sial (kerak) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Pada lapisan sial ini terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat pada daratan benua. Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu :
b.      Kerak benua, merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basal di bagian bawahnya. Kerak inilah yang merupakan benua.
Kerak samudera, merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini yang menempati dasar samudera. Lapisan sima yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO.
Batuan pembentuk Lithosfer
Semua batuan pada mulanya dari magma yang keluar melalui puncak gunung berapi. Magma yang sudah mencapai permukaan bumi akan membeku. Magma yang membeku kemudian menjadi batuan beku, yang dalam ribuan tahun dapat hancur terurai selama terkena panas, hujan, serta aktifitas tumbuhan dan hewan. Berikut beberapa batuan pembentuk lithosfer :
a.       Batuan Beku
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma yang membeku. Secara umum batuan beku mempunyai ciri-ciri homogen dan kompak, tidak ada pelapisan, dan umumnya tidak mengandung fosil. Berdasarkan tempat pembekuannya, batuan beku dibagi menjadi :
1.      Batuan Beku Dalam
2.      Batuan Beku Sela
3.      Batuan Beku Luar
b.      Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk karena adanya proses pengendapan. Ada beberapa macam batuan sedimen, yaitu batuan sedimen klasik, sedimen kimiawi, dan sedimen organik.
c.       Batuan Malihan (Batuan Metamorf)
Batuan malihan atau metamorf adalah batuan yang telah mengalami perubahan baik secara fisik maupun kimiawi sehingga menjadi batuan yang berbeda dari batuan induknya.

d.      BIOSFER
Biosfer merupakan sistem kehidupan paling besar karena terdiri dari gabungan ekosistem yang ada di planet bumi. Sistem ini mencakup semua makhluk hidup yang berinteraksi dengan lingkungannya sebagai kesatuan utuh.
Secara etimologi, biosfer berasal dari dua kata, yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan. Dengan demikian dapat diartikan biosfer adalah lapisan tempat tinggal makhluk hidup. Biosfer adalah semua bagian permukaan bumi yang dapat dihuni oleh makhluk hidup.
Organisme hidup tersusun oleh berbagai unsur yang berasal dari biosfer, baik air, mineral maupun komponen-komponen penyusun atmosfer. Secara fisik biosfer ini terbagi menjadi tiga, yaitu litosfer, hidrosfer dan atmosfer. Salah satu bentuk dari lingkungan hidrosfer adalah terbentuknya gambut. Gambut merupakan suatu bentuk organis sebagai asal mula pembentukan batu bara. Di dalamnya hidup beraneka ragam mikro-plankton yang amat cepat pertumbuhannya, sedangkan umur jasad-jasad tersebut sangat pendek dan ketika mati akan terendap dalam rawa.
Lapisan gambut mengandung macam-macam garam yang dibutuhkan tanaman dan terlarut dalam air tanah.
Gambut dibagi menjadi beberapa daerah, yaitu :
a.       Gambut ombrogin, sebagai gambut pantai, terdapat di dataran tanah Sumatera, Kalimantan dan Irian.
b.      Gambut topogin, terdapat pada tanah dataran Jawa (Pangandaran) dan Sumatera serta di tanah pengunungan Jawa dan Sulawesi.

E.          PEMBENTUKAN BENUA DAN SAMUDERA
Benua adalah daratan yang sangat luas. Pada awal bumi terbentuk seluruh benua merupakan satu daratan yang amat luas, belum terbagi-bagi oleh pergeseran kerak bumi, daratan tersebut disebut Pangaean supercontinent, pada masa mesozoic terbagi atas dua bagian besar yaitu gondwana di belahan bumi selatan dan laurasia di belahan bumi utara. Pada masa kini bumi terbagi atas beberapa benua :
a.       Afrika
b.      Amerika (Amerika Selatan, Amerika Utara)
c.       Antartika
d.      Asia
e.       Eropa
f.       Australia
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa bumi sebagai benda alam semesta pada permulaannya merupakan benda yang berpijar kemudian mendingin. Pada proses mendingin tersebut maka yang menjadi keras adalah lapisan terluar yang sering kita sebut kulit Bumi atau kerak Bumi. Pada tahap awal, lapisan kerak bumi sangat labil, tetapi tetap berotasi. Karena rotasi itu, lapisan kerak bumi yang labil dapat menggeser ke arah horizontal atau vertikal. Hal ini juga terjadi karena lapisan di bawah kerak Bumi pada saat itu masih leleh. Hasil dari pergeseran inilah membentuk sebuah benua.
Wegener seorang ahli geografi bangsa jerman, mengemukakan suatu teori yang disebut juga teori Wegener (1915). Menurut teori ini, Bumi pada 2500 juta tahun yang lalu hanya terdapat satu benua yang sangat besar yang retak kemudian bergeser saling menjauhi satu dengan yang lain. Akibat pergeseran itu, terbentuklah benua-benua Amerika, Asia, Eropa, Afrika, Australia, dan Antartika.
Teori ini didukung oleh fakta yaitu sepanjang Timur dari Amerika Selatan ternyata mempunyai bentuk dan lekukan yang kira-kira sama dengan lekukan pada benua Afrika sebelah Barat dan lekukan bagian Selatan benua Australia cocok dengan tonjolan benua Antartika. Peristiwa pergeseran itu berlangsung dalam jutaan tahun. Secara kronologis dapat digambarkan bahwa:
a.       Pada 225 juta tahun yang lalu, masih terdapat benua “Super Continental”.
b.      Pada 200 juta tahun yang lalu, “Super Continental” pecah menjadi 3 bagian, yakni benua Eropa-Asia, Afrika-Amerika, dan Antartika-Australia.
c.       Pada 135 juta tahun yang lalu, Afrika dan Amerika mulai memisah.
d.      Pada 65 juta tahun yang lalu, Australia dan Antartika memisahkan diri. Pergeseran sampai saat ini pun masih berlangsung.

Pembentukan Samudera
Samudera atau lautan berasal dari bahasa sansekerta yaitu laut yang luas dan merupakan massa air asin yang sambung menyambung meliputi permukaan bumi yang yang dibatasi oleh benua ataupun kepulauan yang besar. Lapisan air asin ini dapat mengisi cekungan di daratan maupun di lekukan yang besar di permukaan bumi. Lapisan air yang menyelimuti lekukan- lakukan permukaan bumi tersebut membentuk massa air luas yang dikenal dengan samudera atau lautan dengan massa air yang sempit disebut dengan laut.
            Samudera terbentuk karena:
1)      Pergeseran vertikal, yaitu samudera India (Indonesia) di mana kerak Bumi menggeser ke bawah dan sebagai imbangannya bagian sisi lain menggeser ke atas menjadi dataran tinggi atau gunung Himalaya (gunung tertinggi di dunia).
2)      Tertarik oleh benda alam semesta lain dan gaya sentripental sehingga bagian Bumi terlepas menjadi planet yaitu Bulan, maka terbentuk samudera Pasifik. Berdasarkan penelitian batu-batuannya, maka batu-batuan di Bulan sama dengan batu-batuan pada dasar Samudera Pasifik, yaitu batuan Silisium-Magnesium.

PENUTUP
KESIMPULAN

Ø  Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi merupakan salah satu planet tempat hidup manusia dan makhluk lain.
Ø  Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa bumi berasal dari kabut gas pijar yang sangat besar yang kemudian mengalami pendinginan.
Ø  Bumi tersusun dari beberapa lapisan, antara lain:
-          Atmosfer (troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, ekosfer)
-          Hidrosfer (samudera dan laut, sungai, danau, rawa, air tanah)
-          Lithosfer (batuan)
-          Biosfer (makhluk hidup)
Ø  Benua dan samudera terbentuk dari adanya pergeseran lempeng-lempeng bumi baik yang terdapat di dasar laut maupun di permukaan laut.




























DAFTAR PUSTAKA

Ribkahwati, Ir.M.Si, dkk, Ilmu Kealam Dasar, Graha Ilmu, Jakarta, 2012.
Jasin Maskoeri, Drs. Ilmu Alamiah Dasar, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta, 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar